Yudha Jordan Lulusan Teknik Sipil Universitas Brawijaya yang suka menulis tentang dunia arsitek, desain, bangun rumah dsb. Saat ini memiliki perusahaan konstruksi PT. Jordan Artha Perkasa dan Jasa Desain Arsitek Japdesain yang berlokasi di Jogja.

Mengenal Lebih Dekat Apa Itu Arsitek & Jenisnya

2 min read

Arsitek

Seorang arsitek tak hanya menguasai teknik bangun saja, tetapi juga memiliki nilai seni yang tinggi. Jadi jika muncul pertanyaan apa itu arsitek.

Pekerjaan ini tidak sama seperti tukang bangunan karena tanggung jawab utamanya adalah menciptakan desain sesuai kebutuhan dan keinginan klien.

Seiring dengan berkembangnya pembangunan di Indonesia. Kebutuhan akan profesi ini pun semakin meningkat.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Ikatan Arsitek Indonesia atau IAI, jumlah tenaga arsitek saat ini mencapai 15 ribu orang.

Pengertian Arsitek

Masyarakat umum lebih mengenal arsitek sebagai pembuat desain rumah. Padahal kerja arsitek bukan hanya mengenai bidang gambar saja.

Rancangan yang dibuat arsitek tidak melulu mengedepankan sisi keindahan, tetapi juga optimalisasi fungsi bangunan.

Banyak yang tidak bisa membedakan apa itu arsitek dan arsitektur. Kedua istilah ini memiliki pengertian yang tak sama.

Arsitektur adalah kegiatan merancang dan merencanakan konstruksi bangunan.

Sementara pengertian arsitek adalah seseorang yang mempunyai lisensi dalam melaksanakan fungsi arsitektur.

Arsitek yang profesional harus menguasai teknik struktur bangunan serta seni keindahan desain.

Seorang arsitek tak hanya handal dari segi perencanaan bangunan saja, tapi juga seni dalam mendesain agar tercipta karya berestetika tinggi.

Kerja seorang arsitek berkaitan dengan pembuatan desain serta rancang bangun dengan memperhatikan beberapa unsur.

Misalnya seperti kenyamanan, keselamatan, serta keamanan. Jenis bangunan yang dirancang arsitek dapat berupa apartemen, rumah, hingga gedung bertingkat.

Oiya untuk Anda yang butuh jasa desain arsitek murah harga 16.000/m saja bisa cek di website kami di Japdesain.com.

Baca juga : Tertarik jadi Arsitek? Berikut Panduan Cara Menjadi Arsitek

Tanggung Seorang Jawab Arsitek

Tanggung jawab arsitek

Tanggung jawab yang dimiliki oleh arsitek cukup besar. Sistem kerjanya mulai dari awal pembuatan desain hingga memastikan proyek selesai sesuai rencana.

Itulah mengapa, biaya jasa arsitek lumayan tinggi karena kinerja yang diberikan sangat maksimal.

Lantas, apa itu arsitek dan apa saja tanggung jawabnya? Simak ulasan ringkasnya berikut ini.

1. Menciptakan Konsep Desain

Membuat konsep merupakan tahapan pertama kerja arsitek. Disini arsitek akan mengumpulkan data dan informasi yang diberikan klien.

Selanjutnya akan dilakukan analisa agar konsep yang akan dibuat sesuai dengan kebutuhan dan keinginan klien.

2. Merancang Desain

Setelah konsep dibuat, selanjutnya arsitek akan menuangkan hasil analisa dalam bentuk gambar.

Pada tahapan kedua ini, arsitek juga akan melakukan perhitungan luas bangunan, penentuan jenis material yang akan digunakan, perkiraan biaya, serta konstruksi.

3. Mengembangkan Rancangan Desain

Desain yang telah dirancang harus mendapat persetujuan dari klien.

Jika ada beberapa hal yang tak sesuai, arsitek akan melakukan revisi beberapa kali sampai desain rancang bangun sesuai dengan keinginan klien.

Setelah itu, tugas arsitek adalah mengembangkan rancangan yang telah diciptakan.

Desain yang dibuat akan menjadi lebih detail mengenai sistem konstruksi yang akan diterapkan nantinya.

Pengembangan konsep desain ini akan dijadikan rancangan akhir bangunan.

4. Menciptakan Gambar Kerja

Pada tahapan ini, arsitek akan membuat alur kerja agar proses pembangunan berjalan sesuai dengan desain yang telah dibuat.

Arsitek juga akan melampirkan dokumen persyaratan serta teknik pembangunan yang lebih terperinci.

5. Melaksanakan Konstruksi

Pelaksanaan konstruksi menjadi tanggung jawab arsitek yang paling utama.

Tahapan ini sangat menentukan apakah kedepannya rancang bangun dapat direalisasikan tepat atau tidak.

Konstruksi bangunan merupakan bagian yang menentukan kekuatan serta keamanan bangunan.

6. Melakukan Pengawasan Secara Berkala

Tak hanya sebatas menjual desain saja. Arsitek juga akan melakukan pengawasan guna memastikan desain yang dibuat dapat terealisasikan.

Pengawasan dapat dilakukan sekali dalam seminggu atau minimal satu bulan sekali.

Baca juga : Inilah Alasan Mengapa Jasa Arsitek itu Mahal

Jenis Arsitek

Selama ini mungkin Anda hanya mengenal Arsitek Teknik yang bekerja pada proyek pembangunan. Namun faktanya, ada 5 jenis arsitek saat ini. Diantaranya adalah:

  • Landscape Architect

Apa itu arsitek lanskap? Tugas utama dari profesi arsitek ini adalah merancang desain bagian luar sebuah bangunan. Misalnya saja taman, kebun, gudang, dan lain sebagainya.

  • Design Architect

Pekerjaan Arsitek Desain adalah membuat rancangan desain proyek secara menyeluruh.

Seorang Arsitek Desain harus mempunyai kemampuan berkomunikasi dengan baik agar keinginan dan kebutuhan klien dapat dituangkan dalam bentuk desain.

  • Project Manager

Mengatur jalannya proyek serta mengembangkan alur kerja merupakan tanggung jawab utama seorang Project Manager.

Untuk menjadi Project Manager handal, diperlukan skill yang lengkap mulai dari kepemimpinan yang tinggi, teknik komunikasi yang baik, dan pemecahan masalah.

  • Technical Architect

Jenis arsitek ini lebih sering bekerja dalam proyek besar.

Tugas utamanya adalah memastikan proyek pembangunan berhasil diselesaikan sesuai dengan fungsi dan kebutuhan klien.

  • Desainer Interior

Penataan pintu, dinding, perabot, hingga pencahayaan menjadi tugas utama seorang desainer interior.

Pekerjaan yang dilakukan mempunyai tingkat kedetailan yang tinggi menyesuaikan dengan keinginan klien.

Gelar Sarjana Arsitek

Lulusan Arsitek Kerja Apa

Untuk bisa menekuni profesi sebagai arsitek, Anda harus mengambilstudi jurusan Arsitektur. Pendidikan tersebut dapat ditempuh dalam 4 tahun.

Lantas Anda akan mengambil pendidikan profesi untuk bisa memperoleh lisensi. Gelar yang didapatkan oleh sarjana arsitektur adalah A.Ars.

Setelah mengetahui apa itu arsitek kini Anda dapat menyimpulkan apakah tertarik menekuni profesi tersebut atau tidak.

Memiliki bakat menggambar saja tidak cukup.

Anda juga harus mempelajari teknik konstruksi bangunan untuk bisa menjadi arsitek yang handal.

Demikian pembahasan mengenai apa itu arsitek dan jenisnya dari Japdesain.com.

Terima kasih

Yudha Jordan Lulusan Teknik Sipil Universitas Brawijaya yang suka menulis tentang dunia arsitek, desain, bangun rumah dsb. Saat ini memiliki perusahaan konstruksi PT. Jordan Artha Perkasa dan Jasa Desain Arsitek Japdesain yang berlokasi di Jogja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *