Yudha Jordan Lulusan Teknik Sipil Universitas Brawijaya yang suka menulis tentang dunia arsitek, desain, bangun rumah dsb. Saat ini memiliki perusahaan konstruksi PT. Jordan Artha Perkasa dan Jasa Desain Arsitek Japdesain yang berlokasi di Jogja.

Atap Pelana: Jenis, Kelebihan Kekurangan & Harganya

3 min read

Atap Model Pelana Kuda

Untuk membangun sebuah properti seperti rumah, desain atap sangat penting untuk diperhatikan.

Atap akan mempengaruhi keadaan bangunan dalam jangka panjang. Di antara banyak model yang populer, atap pelana menjadi salah satu yang banyak digunakan di seluruh dunia.

Atap ini bukan dilihat dari jenis atap yang digunakan, melainkan gaya atau desain secara menyeluruh di satu bangunan tersebut.

Desain pelana banyak dipilih karena unik. Berikut ini adalah pengertian desain pelana, jenis model atap, kelebihan dan juga kekurangannya.

Apa Itu Atap Pelana

 

Atap pelan sering disebut juga sebagai model atap gable. Dalam penggunaannya, atap ini banyak sekali dipakai di berbagai jenis properti yang tak hanya terbatas perumahan saja.

Atap ini mampu menghadirkan kesan yang estetik sekaligus fungsional.

Desain pelana paling umum digunakan di banyak bangunan. Secara khusus, Anda bisa mengenali atap ini karena bentuknya yang membentuk sebuah segitiga.

Negara yang paling banyak menggunakan desain pelana adalah negara dengan musim yang dingin.

Pasalnya, model pelana memiliki ujung yang runcing dan membentuk seperti segitiga. Bentuk ini akan memecah es atau salju sehingga tidak menumpuk di bagian atap.

Namun, atap ini bisa bermasalah di negara dengan angin tinggi karena penampangnya yang selalu dibuat lebar.

Jenis Atap Pelana

Rumah Atap Pelana
Pinterest

1. Box Gable

Desain yang satu ini digunakan untuk rumah yang memiliki lebar depan yang pendek, sementara ukuran rumah memanjang ke belakang.

Kemudian, atapnya dibuat segitiga dengan ekstensi yang menyambung antara satu rumah dengan rumah lainnya. Box gable digunakan di perumahan dempet.

Desain box gable menjadi yang paling umum di antara lainnya dan menjadi model yang paling standar.

Perbedaannya hanya terletak pada desain tambahan seperti frame atapnya. Box gable banyak ditemukan di rumah-rumah yang berada di Eropa.

2. Front gable

Sesuai dengan namanya, umumnya desain front gable ditemukan di bagian depan rumah. Rumah memiliki dua bagian atap yang masing-masing bermodelkan atap pelana.

Hanya saja, bagian utama memiliki ukuran lebih besar sementara bagian depan memiliki ukuran desain pelana kecil.

Front gable menjadi gaya khas ala perumahan zaman kolonial, sekitar awal 1900-an.

Meski begitu, masih banyak orang yang masih menggunakan front gable karena terbilang unik. Desain ini banyak juga ditemukan di perumahan Asia.

3. Cross gable

Atap pelana ini terdiri dari dua bagian yang saling menyilang. Biasanya, model ini digunakan untuk sebuah hunian yang memanjang ke samping.

Kemudian, ada bagian yang menjorok ke depan atau belakang yang juga menggunakan pola pelana.

Untuk bisa membangun hunian atau bangunan dengan atap ini, tentunya butuh desain yang sangat khusus dan perencanaan yang matang.

Pasalnya, pembangunan akan sangat kompleks. Jika tidak, maka bangunan akan rentan memiliki kebocoran karena pemasangan atap yang tidak tepat.

4. Pelana dengan tambahan shed

Tipe pelana yang satu ini hampir mirip dengan tipe bangunan yang menggunakan cross gable. Hanya saja, atap tidak dibuat menyilang dengan pelana utama.

Bagian rumah yang menonjol akan mendapat atap yang searah dengan tap utama namun dibuat lebih tinggi.

Jadi, kedua sisi rumah akan nampak seperti sebuah wing. Desain ini terbilang menjadi desain yang hybrid.

Pasalnya, pelana dengan shade dianggap sebagai solusi bagi para pemilik rumah yang ingin menambah ruang dengan pembuatan atap berbudget rendah.

Struktur atap juga tampah estetik.

5. Dutch gable

Atap ini disebut juga sebagai atap pelana bertingkat. Bentuknya memang lebih unik karena tidak bisa dilihat dari satu sisi saja.

Sisi samping akan membentuk pelana lain yang berbeda dengan pelana utama. Atap ini banyak digunakan di perumahan yang ada di Indonesia.

Dutch gable menjadi solusi apabila Anda memiliki hunian dengan jendela samping. Atap bagian kecil bisa menjadi pelindung jendela dari limpasan air hujan.

Selain itu, bangunan terlihat lebih estetik. Anda bisa menggunakan atap dengan warna dan desain yang berbeda dari atap utama.

Baca juga : 6 Jenis Atap Rumah Pilihan Banyak Orang

Kelebihan dan Kekurangan Atap Pelana

Desain Atap Pelana
Pinterest
  1. Instalasi menjadi lebih mudah

Dibandingkan dengan desain atap yang lain, atap pelana menjadi yang paling mudah dan cepat.

Apalagi jika bentuk rumahnya seperti box, maka pemasangan hanya perlu memperhatikan kemiringannya saja. Anda bisa memiliki atap yang landai atau atap curam.

  1. Budget instalasi menjadi murah

Atau pelana tidaklah kompleks, terlebih jika bentuknya bukan bermodel cross gable.

Konstruksi rangka untuk menopang atap menjadi lebih mudah karena hanya perlu menyesuaikan kemiringan.

Karena pengerjaan lebih cepat, maka Anda tak memerlukan budget berlebih untuk membayar tukang.

  1. Suasana rumah menjadi lebih sejuk

Bentuk segitiga pada atap membuat permukaan atap tidak akan menyentuh plafon secara langsung.

Ada rongga yang cukup besar sehingga panas yang diserap atap menjadi tidak langsung.

Rumah Anda menjadi jauh lebih sejuk dan hawa yang ada di rumah tidaklah pengap.

  1. Tidak mudah bocor

Pelana memungkinkan air hujan tidak tertampung di atas rumah. Karenanya, Anda akan memiliki risiko kecil dalam kebocoran.

Air akan bebas meluncur hingga jatuh ke tanah. Jika Anda memasang model cross gable, pastikan sudut pertemuan atap dipasang dengan baik.

  1. Plafon bisa dimanfaatkan

Tingginya pemasangan atap akan membuat rongga atau ruang untuk langit-langit.

Anda bisa memanfaatkannya untuk ruang tambahan selama dibersihkan dengan rajin.

Anda bisa mengubahnya menjadi sebuah loteng, gudang, kamar tidur, hingga tempat untuk bersantai di rumah.

  1. Rentan roboh

Pastikan bahwa rumah Anda bukan berada di daerah yang rawan angin. Angin yang kencang akan menerpa atap dan membuat atap mudah goyah.

Konstruksi sederhana sebagai rangka juga bisa tidak kuat menopang datangnya angin. Jadi, pastikan area Anda terbebas dari angin kencang.

  1. Mudah retak

Anda mungkin membutuhkan budget tambahan untuk pemeliharaan awal dari pembuatan atap ini.

Atap sebaiknya dicat terlebih dahulu dengan menggunakan cat khusus agar sinar matahari dan air hujan tidak membuat genteng retak. Pilihlah warna terang untuk memantulkan sinar matahari.

Harga Atap Pelana

Pemasangan atap dengan model pelana membutuhkan banyak perhitungan.

Anda harus menyiapkan berbagai bahan seperti rangka atap pelana, nok atap, alumunium foil, dan talang lembaran.

Biaya yang dikeluarkan tergantung besaran rumah dan kualitas material.

Atap pelana merupakan solusi yang cerdas untuk memiliki hunian dengan bagian atap yang indah.

Tetapi, Anda harus tetap cermat dalam memperhitungkan jenis model yang tepat untuk rumah.

Salah memasang model akan membuat budget hunian menjadi lebih besar maka diskusikan dengan jasa arsitek Anda.

Demikian pembahasan mengenai atap pelana dari Japdesain.

Terima kasih

Yudha Jordan Lulusan Teknik Sipil Universitas Brawijaya yang suka menulis tentang dunia arsitek, desain, bangun rumah dsb. Saat ini memiliki perusahaan konstruksi PT. Jordan Artha Perkasa dan Jasa Desain Arsitek Japdesain yang berlokasi di Jogja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *