Yudha Jordan Lulusan Teknik Sipil Universitas Brawijaya yang suka menulis tentang dunia arsitek, desain, bangun rumah dsb. Saat ini memiliki perusahaan konstruksi PT. Jordan Artha Perkasa dan Jasa Desain Arsitek Japdesain yang berlokasi di Jogja.

6 Jenis Atap Rumah Pilihan Banyak Orang

3 min read

Jenis Atap Rumah

Sebagai salah satu komponen penting dalam rumah, atap yang Anda pilih haruslah kuat dan mampu melindungi dari hujan atau panas.

Perlu Anda ketahui bahwa memilih jenis atap rumah tidak boleh sembarangan, karena banyak faktor yang perlu Anda pertimbangkan.

Ketika memilih sebuah atap rumah, Anda dapat menentukan ukuran, bahan, model, dan lingkungan di mana rumah tersebut berdiri.

Selain itu, harga pun turut menjadi hal penting yang Anda pertimbangkan agar tidak melebihi budget pembuatan rumah yang sudah Anda rencanakan.

Jenis Atap Rumah

Apa saja jenis atap yang terbaik? Dari segi bahan dan juga model, Anda dapat menemukan beragam jenis atap.

Atap rumah yang Anda pilih bukan hanya sekedar pelindung rumah dari panas dan hujan, tetapi juga menambah estetika bangunan.

Kesesuaian antara atap rumah dengan konsep bangunan rumah juga sangat penting.

Berikut ini adalah beberapa jenis atap yang seringkali menjadi pilihan favorit dalam membangun sebuah rumah:

1. Atap Kayu

Harga Genteng Kayu
Olx

Rumah bergaya tradisional akan terlihat sempurna dengan atap yang terbuat dari kayu.

Atap kayu ini merupakan jenis atap yang menonjolkan kesan natural dan juga kuat. Atap kayu juga membuat suasana dalam rumah terasa lebih sejuk dan melindungi dari panas matahari.

Beberapa jenis kayu yang cocok untuk Anda jadikan atap rumah adalah kayu jati, cedar, ulin, dan masih banyak lagi.

Atap kayu termasuk dalam jenis atap rumah yang tidak panas dan mempunyai kesan natural yang kuat.

Sayangnya, harga atap kayu relatif lebih mahal daripada jenis atap lainnya. Penggunaan atap kayu pun berisiko mudah terbakar.

Tetapi beberapa jenis atap kayu berkualitas mampu bertahan hingga puluhan tahun.

2. Atap Aspal

Ukuran genteng Aspal
Firmanaproperty.com

Keberadaan atap aspal menjadi inovasi dalam dunia konstruksi. Tipe atap ini memang terkesan elegan, berkelas dan kokoh.

Material yang terdiri dari bitumen atau aspal beserta campuran bebatuan lainnya membuat atap rumah Anda jauh lebih kuat.

Kelemahan dari atap aspal ialah pemasangannya yang cukup sulit karena memerlukan keahlian khusus.

Anda tidak boleh memilih tukang bangunan secara sembarangan untuk mengaplikasikan atap aspal jika tidak ingin beresiko terjadinya kerusakan atap.

Selain itu, harga atap aspal juga termasuk mahal, terlebih lagi proses pemasangan atap masih memerlukan bahan tambahan sehingga menambah anggaran pembuatan rumah.

Tetapi jenis atap rumah ini terkenal awet, tahan air, dan tahan api.

Baca juga : Genteng Kayu: Hadirkan Nuansa Alami di Rumah

3. Atap Seng

Harga Genteng Seng
Mitrareadymix.com

Atap seng sendiri terbagi dalam 2 jenis yakni atap seng rata dan bergelombang. Atap seng rata sangat fleksible untuk Anda modifikasi dan pasang.

Selain itu, tipe atap seng yang rata tidak terkesan murahan. Tak heran banyak rumah modern menggunakan jenis atap ini.

Di sisi lain, atap seng bergelombang lebih banyak Anda jumpai di daerah dataran tinggi atau bersuhu dingin, karena atap seng mempunyai daya tahan yang baik terhadap suhu dingin.

Faktor lain yang mendorong orang memilih jenis atap ini ialah harganya yang sangat murah.

Pemasangan atap seng cukup cepat dan mudah karena ia termasuk jenis atap rumah simple yang tersedia dalam lembaran besar, sehingga mempercepat proses pemasangan.

Untuk menambah kesan ceria, Anda bisa mengaplikasikan atap seng berwarna cerah.

Kelemahan dari atap seng adalah mudahnya terbawa angin kencang karena berupa lembaran yang tipis.

Ketika hujan turun maka akan timbul suara bising, karena proses jatuhnya air hujan di permukaan genteng seng.

4. Atap Tanah Liat

Jenis Genteng Tanah Liat
Builder.id

Dari semua jenis atap, sepertinya tanah liat adalah yang paling populer. Atap seng memang cocok untuk rumah di kawasan bersuhu dingin.

Sebaliknya, atap tanah liat lebih cocok untuk rumah di daerah bercuaca panas.

Jika Anda menggunakan genteng tanah liat di area pegunungan, tentu atap ini akan lebih mudah berlumut dan rapuh.

Anda bisa menanggulangi hal ini dengan cara mengecat genteng tersebut memakai cat khusus agar atap lebih tahan lama.

Atap tanah liat ini juga rentan bocor jika pemasangan genteng tidak teliti dan menimbulkan celah sedikit. Ukuran genteng yang kecil memerlukan ketelitian dan kesabaran.

Kelebihan genteng ini ialah harganya yang murah dan membuat interior rumah lebih sejuk.

5. Atap Fiberglass

Atap Fiberglass
Olx

Atap fiberglass adalah atap yang terbuat dari campuran serat kaca dan bahan sintetis. Bahan sintetis ini mengandung beberapa jenis senyawa kimia yang telah melalui proses pabrikasi hingga menjadi lembaran fiberglass.

Alasan orang memilih fiberglass ialah tingkat durabilitasnya terhadap segala jenis kondisi cuaca.

Mengingat genteng kaca lebih mahal, sebagai gantinya Anda bisa menggunakan atap fiberglass yang transparan sehingga mengoptimalkan cahaya yang masuk.

Biasanya, penggunaan atap fiberglass lebih sering sebagai kanopi, atap gazebo, atap pada area tanaman, atap area jemuran dan teras.

Tak seperti seng, fiberglass tidak terlalu bising ketika hujan. Atap ini juga merupakan atap yang antikarat dan antibocor.

Kekurangan dari atap fiberglass yaitu warnanya yang mudah luntur. Atap ini tersedia dalam berbagai warna menarik.

Anda juga bisa memilih model fiberglass yang rata atau gelombang. Harga atap ini sangat ekonomis jadi tak begitu menguras kantong.

Baca juga : Genteng Keramik: Ukuran, Merk, Kelebihan, dan Kekurangan

6. Atap Asbes

Asbes Aktinolit
Etsworlds.id

Asbes menjadi salah satu jenis atap rumah yang cukup terkenal karena banyak orang yang menggunakannya sekarang ini.

Atap asbes berasal dari fiber atau asbes semen. Model dari atap ini biasanya berupa lembaran bergelombang dengan tingkat ketebalan berbeda-beda.

Ukuran dari atap asbes juga bervariasi sehingga harga tiap lembar asbes pun berbeda, tergantung pada ketebalan dan ukurannya.

Aspes bersifat mampu menyerap cahaya matahari, bukan memantulkannya.

Harga atap asbes lumayan terjangkau jadi tak heran jika banyak orang yang menggunakannya sebagai atap rumah maupun garasi.

Proses pemasangannya pun cukup mudah. Asbes cukup awet menghadapi berbagai kondisi cuaca.

Karena sifatnya yang menyerap panas, ruangan di rumah Anda menjadi terasa panas.

Hal inilah yang menjadi kelemahan atap asbes, terutama bagi Anda yang tinggal di daerah yang bercuaca panas. Tapi penggunaan asbes di daerah yang dingin tentu tidak masalah.

Sisi negatif lainnya dari asbes adalah partikel mikro yang terkandung di dalamnya berpotensi menyebabkan kanker paru-paru dan penyakit lainnya jika zat tersebut terhirup dalam jangka waktu yang lama.

Serat asbes pun mudah rapuh dan sobek.

Anda bisa menentukan sendiri mana jenis atap rumah yang paling sesuai dengan kondisi lingkungan, budget, dan desain rumah.

Kenali jenis atap, kelebihan dan kekurangannya membantu Anda memilih atap rumah dengan bijak.

Demikian pembahasn mengenai jenis atap rumah terbaik dari blog Japdesain.

Terima kasih

Yudha Jordan Lulusan Teknik Sipil Universitas Brawijaya yang suka menulis tentang dunia arsitek, desain, bangun rumah dsb. Saat ini memiliki perusahaan konstruksi PT. Jordan Artha Perkasa dan Jasa Desain Arsitek Japdesain yang berlokasi di Jogja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *