Yudha Jordan Lulusan Teknik Sipil Universitas Brawijaya yang suka menulis tentang dunia arsitek, desain, bangun rumah dsb. Saat ini memiliki perusahaan konstruksi PT. Jordan Artha Perkasa dan Jasa Desain Arsitek Japdesain yang berlokasi di Jogja.

Keren, Ini 10 Desain Pagar Rumah ala Jepang yang Khas

4 min read

Pagar Rumah Modern ala Jepang

Jepang terkenal sebagai negara yang menjunjung tinggi kebudayaan tradisional mereka.

Meskipun sudah bernuansa modern, rupanya rumah-rumah mereka masih kental dengan unsur tradisional.

Beberapa di antaranya adalah bentuk pagar rumah ala Jepang yang sangat khas.

Rumah tradisional Jepang yang bernama minkan merupakan yang mengambil konsep menyatu dengan alam, sesuai ajaran yang banyak dianut orang Jepang.

Banyak unsur-unsur alam yang dipakai pada rumah ini, di antaranya adalah penggunaan bambu dan bahan alami lainnya.

Pagar Rumah ala Jepang

1. Pagar Bata Merah

Pagar Bata Merah

Pinterest.com

Di Jepang ada banyak gedung-gedung tinggi, terutama di daerah perkotaan seperti Tokyo dan yang lainnya.

Meskipun begitu, rumah-rumah warga dan rumah-rumah sewa masih terlihat sederhana dengan penggunaan pagar rumah dari bata merah.

Rumah-rumah yang terletak di pinggir jalan raya beraspal akan menggunakan pagar rumah ini, terutama pagar rumah yang cukup tertutup untuk menjaga privasi mereka.

Jenis pagar ini juga mendukung pemasangan nomor rumah untuk memudahkan ketika berkunjung.

Pintu gerbang rumah di Jepang juga biasanya tidak terlalu mewah dan memiliki alat semacam kamera CCTV untuk melihat siapa orang yang datang.

2. Pagar Besi Lipat yang Sederhana

Pagar Besi Lipat yang Sederhana

Pinterest.com

Rumah di Jepang juga banyak yang memiliki lantai lebih dari satu karena memang lahan di sana cukup terbatas dan mahal harganya.

Mahalnya biaya hidup serta harga barang di sana juga tercermin dalam penggunaan pagar besi yang cukup sederhana.

Salah satu pagar besi khas yang bisa Anda coba untuk memunculkan kesan khas Jepang di rumah adalah pagar besi lipat yang ditata vertikal.

Warna yang bisa direkomendasikan adalah warna hitam, menyesuaikan warna dominan rumah Jepang yang terdiri dari unsur hitam dan putih atau abu-abu.

Bagian belakang pagar bisa ditanami dengan pohon pucuk merah atau teh-tehan yang memiliki banyak daun dan bisa dibentuk dengan gunting kebun.

Baca juga : 10 Terbaik Desain Rumah Minimalis Ala Jepang

3. Pagar Kayu dengan Ornamen Shinto

Pagar Kayu dengan Ornamen Shinto

Dekoruma.com

Pagar rumah ala Jepang, khususnya rumah-rumah tradisional (minkan) memang erat kaitannya dengan ajaran Shinto.

Selain itu, konsep Zen yang menyatukan mereka dengan alam juga sangat kental, terutama pada taman dan ruangan di dalam rumah.

Hal ini bisa menjadi inspirasi bagi Anda yang memang sangat menyukai rumah-rumah di Jepang, tak terkecuali rumah tradisionalnya.

Salah satu hal yang bisa dijadikan inspirasi adalah bentuk pagar rumah yang mengombinasikan pintu gerbang Shinto yang khas.

Pintu gerbang semacam ini bahkan menjadi identitas Jepang yang sangat mendunia dan kerap menjadi ikon budaya negeri itu.

Gunakan pagar kayu agar kesan alami tetap dipertahankan di rumah Anda.

4. Pagar Bambu Sederhana

Pagar Bambu Sederhana

riuhimaji.com

Memiliki hunian yang nyaman dan asri memang idaman banyak orang, termasuk mungkin Anda sendiri.

Ada berbagai alasan yang melatarbelakangi pemilihan ornamen kayu dan bambu sebagai dekorasi rumah, salah satunya adalah kesan lebih menyatu dengan alam.

Selain bahan kayu, pagar rumah di Jepang juga kerap menggunakan bahan bambu yang lebih ramah lingkungan.

Di Jepang memang sering terjadi bencana gempa, oleh karena itu bambu lebih dipilih karena konon lebih tahan gempa dibandingkan bahan semen.

Anda bisa membentuk pagar kotak-kotak dari bambu stik yang panjang untuk menutupi area rumah yang cukup luas.

5. Pagar Kayu Jati

Pagar Kayu Jati

jasaarsitekmalang.net

Bagi para pecinta ornamen kayu sekaligus pecinta hal berbau Jepang, pagar kayu jati bisa menjadi pilihan yang tepat bagi Anda.

Tak perlu desain rumit dan memakan banyak biaya, desain pagar kayu jati yang disusun vertikal tanpa sekat bisa dicoba.

Selain simpel, desain ini juga sangat unik dan membuat rumah terlihat lebih antik dan tentunya cantik.

Kelebihan dari penggunaan desain ini adalah bagian dalam rumah akan lebih tertutup, sehingga privasi lebih terjaga.

Namun, desain pagar rumah ini kurang cocok untuk Anda yang senang bersosialisasi dengan tetangga dan kurang menyukai rumah yang terlalu tertutup.

6. Pagar Tembok dengan Atap

Pagar Tembok dengan Atap

 

arsitag.com

Model pagar rumah di Jepang yang lainnya selain berbahan kayu adalah pagar tembok dengan tambahan atap.

Bentuk pagar ini memang mendapat sedikit sentuhan khas China yang cukup dominan. Selain di Jepang, di Korea juga kerap menggunakan pagar beratap ini untuk rumah-rumah di sana.

Jika Anda ingin memiliki rumah bernuansa Jepang dengan sedikit sentuhan khas China, model pagar dari tembok dengan bagian atap bisa dipilih.

Berbeda dengan pagar di rumah tradisional Korea, pagar di rumah tradisional Jepang menggunakan atap, bukan menyatu dengan cor semen di bawahnya.

Bentuk pagar tembok juga cukup sederhana dan diberi acian. Untuk warnanya, warna krem dan coklat sangat dominan digunakan karena lebih selaras dengan atap yang berwarna coklat tua.

Di bagian dekat pintu akan diletakkan nomor rumah dan juga nama pemilik rumah.

7. Pagar Tembok Tanpa Atap

Pagar Tembok Tanpa Atap

99.co

Rumah yang menggunakan pagar tembok tanpa atap kebanyakan adalah rumah modern di pinggiran kota maupun pedesaan modern di Jepang.

Ciri khas lain dari bentuk pagar ini adalah adanya pintu gerbang yang justru diberi atap.

Pintu gerbangnya pun sangat sederhana, biasanya menggunakan bahan kayu dengan susunan horizontal atau bahan besi.

Untuk bagian atapnya menggunakan genteng berwarna hitam atau coklat. Sama seperti rumah Jepang pada umumnya, warna krem atau kuning gading sering digunakan.

Bagian lain yang menjadi ciri khas adalah adanya pohon-pohon sebagai peneduh rumah dari terik matahari yang banyak mengenai bangunan rumah, karena pagar yang tidak terlalu tinggi.

Rumah berlantai dua pun bisa menggunakan konsep pagar yang satu ini.

Baca juga : Cek Sekarang 10 Desain Pagar Rumah ala Korea Lagi Hits

8. Pagar Tradisional untuk Rumah di Pinggir Selokan

Pagar Tradisional untuk Rumah di Pinggir Selokan

Dekoruma.com

Solusi membuat pagar di atas area selokan atau parit adalah dengan membuat benteng dari batu dan semen.

Agar nuansa tradisional Jepang dapat dipertahankan, Anda bisa membuat model pagar dengan atap di atas benteng batu dan semen tersebut.

Rumah dengan pagar seperti ini banyak dijumpai di daerah pedesaan yang dekat dengan area hutan dan persawahan.

Di halaman rumah juga kerap ditumbuhi pohon-pohon berdaun jarang atau pohon-pohon sejenis cemara.

Pagar tembok seperti ini juga kerap dijadikan salah satu cara untuk menghangatkan suhu di dalam rumah karena bentuknya yang tebal dan padat dapat menghalau suhu dingin di area pegunungan.

Dengan begitu, rumah jadi lebih hangat dan tentunya tertutup dengan aman.

9. Pagar Rumah Modern ala Jepang

Pagar rumah ala Jepang

Pinterest.com

Di zaman yang sudah berkembang pesat seperti sekarang ini, membuat rumah modern dengan tetap mempertahankan nuansa tradisional tidak sulit dilakukan.

Salah satunya adalah rumah-rumah modern di Jepang yang terlihat mewah namun kesan tradisional tetap dipertahankan.

Ciri khasnya ada pada pintu gerbang yang memiliki atap seperti joglo dan juga pagar dari tembok semen berwarna krem.

Adapun untuk bagian pintu dibuat dari bahan kaca atau aluminium agar kesan elegan dan modern bisa ditampilkan.

Untuk bangunan utamanya, kesan elegan ditampilkan dari pemilihan warna dan bentuk bangunan yang sederhana namun tertata apik.

Tumbuh-tumbuhan hijau yang memenuhi area depan rumah juga menambah keasrian di rumah tersebut.

10. Pagar Batu Kali dan Kayu

Pagar Batu Kali dan Kayu

Pinterest.com

Variasi lain yang bisa dijadikan referensi adalah kombinasi batu kali dan pagar kayu.

Pagar dibuat lebih tinggi dengan adanya benteng dari batu kali yang dicor semen, kemudian di bagian atasnya ditambahkan dengan pagar kayu.

Kayu yang dipakai tidak diberi plistur agar warnanya berubah menjadi coklat yang khas seperti kayu-kayu di hutan.

Kayu-kayu akan disusun secara vertikal membentuk jarum-jarum atau disusun secara vertikal dan horizontal membentuk kotak-kotak.

Selain kayu bilah, pagar juga kerap menggunakan kayu lempengan agar pagar dapat menutupi rumah secara sempurna.

Rumah yang menggunakan pagar seperti ini biasanya memiliki halaman yang cukup luas dan di dalamnya tidak ditumbuhi dengan rumput.

Bagian dalam rumah akan diberi aspal agar aliran air dapat mengalir dan tidak menggenang.

Oleh karena itu, di balik pagar atau di tengah halaman rumah akan dilengkapi dengan selokan pembuangan air.

Pagar rumah ala Jepang memang menonjolkan sisi alami dan kesederhanaan dengan rumah minimalisnya.

Jika Anda tertarik, beberapa referensi di atas dariblog Japdesain bisa dijadikan acuan saat hendak membuat pagar rumah yang khas dengan nuansa Negeri Sakura ke jasa arsitek terpercaya.

Terima kasih

Yudha Jordan Lulusan Teknik Sipil Universitas Brawijaya yang suka menulis tentang dunia arsitek, desain, bangun rumah dsb. Saat ini memiliki perusahaan konstruksi PT. Jordan Artha Perkasa dan Jasa Desain Arsitek Japdesain yang berlokasi di Jogja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *