Yudha Jordan Lulusan Teknik Sipil Universitas Brawijaya yang suka menulis tentang dunia arsitek, desain, bangun rumah dsb. Saat ini memiliki perusahaan konstruksi PT. Jordan Artha Perkasa dan Jasa Desain Arsitek Japdesain yang berlokasi di Jogja.

Cara Menghitung Biaya Bangun Rumah Secara Cermat

2 min read

Cara hitung biaya bangun rumah

Bagaimana cara menghitung biaya bangun rumah?

Saat ini, banyak orang yang memilih untuk membeli tanah kemudian membangun rumah sendiri daripada membeli rumah jadi.

Pasalnya, rumah yang sudah jadi memiliki model yang terbatas.

Namun, sebelum membangun model rumah yang diinginkan, Anda harus hitung biaya bangun rumah terlebih dahulu.

Membangun Rumah Habis Berapa?

Di era modern seperti sekarang ini, gaya rumah minimalis memang tengah digandrungi.

Anda dapat mencari berbagai referensi model sesuai selera dan budget yang dimiliki.

Perlu diingat, membangun rumah dengan desain sendiri membutuhkan dana yang cukup besar.

Agar tidak kewalahan di kemudian hari, Anda bisa menyusun estimasi biaya bangun rumah.

Oiya untuk Anda yang butuh jasa desain arsitek murah mulai dari 16.000/m saja bisa cek di website kami di Japdesain.com.

Berikut informasi penting yang akan membantu Anda dalam hal penyusunan anggaran.

1. Biaya Tanah

Ukur luas tanah

Saat sedang hitung biaya bangun rumah sederhana, Anda perlu memperhatikan luas tanah dan bangunan.

Misalnya, Anda berkeinginan untuk membangun rumah di lahan sebesar 80 meter persegi.

Harga tanah sendiri sangat bergantung pada lokasi pembangunan. Jika harga tanah per meter persegi adalah Rp2.000.000, maka cara menghitungnya adalah Rp2.000.000 × 80 = Rp160.000.000.

2. Biaya Beton dan Pondasi

Selain biaya tanah, Anda juga harus menghitung biaya beton dan pondasi. Untuk menghitung biaya ini, Anda dapat mengaplikasikan rumus trapesium, yakni (penampang bawah + penampang atas) ÷ (2 × tinggi pondasi)

Misalnya, panjang penampang bawah adalah 1 meter. Kemudian, panjang penampang atasnya 0,5 meter dan tinggi pondasinya 0,5 meter.

Maka, volume pondasinya adalah 0,5 meter kubik. Jika biaya per meter kubiknya adalah Rp1.000.000, maka  biaya yang diperlukan per meter pondasi adalah Rp1.000.000 × 0,5 = Rp500.000.

3. Biaya Material

Menghitung biaya material

Dalam hitung biaya bangun rumah, tentu saja Anda harus memperhatikan material yang digunakan.

Biasanya, pembelian material akan memakan budget yang paling besar. Apalagi, jika Anda menggunakan bahan berkualitas tinggi.

Secara umum, berikut beberapa bahan yang diperlukan dalam sebuah proyek pembangunan rumah.

  1. Semen, dibutuhkan dalam semua bagian bangunan. Biasanya, semen dibanderol mulai dari harga Rp50.000 per kantong 50 kg
  2. Besi, harganya berkisar di angka Rp15.000 – Rp100.000 per batang
  3. Paku, per kilogram dibanderol seharga Rp17.000 – Rp50.000
  4. Batu kali, dibutuhkan untuk menjadi penguat pondasi. Kisaran harganya adalah Rp180.000 sampai Rp250.000
  5. Pasir, harganya sekitar Rp200.000 sampai Rp250.000 per meter kubik
  6. Bata merah, harganya mulai dari Rp800 per buah

4. Biaya Pekerja

Tak kalah pentingnya dari ketiga poin di atas, Anda juga harus memperhatikan biaya tenaga kerja ketika hendak membangun rumah.

Setidaknya, ada tiga sistem tenaga kerja yang berlaku dalam pembangunan rumah, yakni sistem harian, borongan penuh, dan borongan jasa.

Maka dari itu, biaya yang dikeluarkan bisa berbeda-beda, tergantung sistem yang Anda pilih.

Sistem harian biasanya mematok tarif mulai dari harga Rp100.000 – Rp150.000 per hari.

Sementara itu, sistem borongan membutuhkan biaya Rp600.000 – Rp800.000 per meter persegi.

Lain lagi, borongan penuh membanderol harga mulai dari Rp3.000.000 per meter persegi.

Baca juga : Cara Membuat RAB dan Contoh RAB Rumah Sederhana

Tips Hemat Bangun Rumah

Setelah hitung biaya bangun rumah, Anda perlu memperhatikan beberapa tips berikut ini agar lebih menghemat anggaran dalam membangun rumah.

1. Gunakan Desain Minimalis

Pagar Cutting Pola Batik

Tips menghemat biaya bangun rumah yang pertama adalah dengan menggunakan desain rumah minimalis.

Saat ini, memang ada banyak desain rumah yang bisa Anda pilih, mulai dari tipe 21, tipe 45, tipe 36, hingga tipe 60.

Namun, tipe minimalis membutuhkan biaya yang paling kecil karena pengaturannya juga minim perabot dan desainnya sangat sederhana.

Meskipun kecil, tapi rumah bergaya minimalis bisa menjadi tempat yang nyaman untuk dihuni apabila Anda mampu menatanya dengan baik dan benar.

2. Lakukan Survey Harga Material

Faktor utama yang membuat anggaran rumah membengkak adalah biaya bahan bangunan. Semakin banyak toko bangunan, tentu saja Anda harus semakin cermat dalam membandingkan biayanta.

Bisa jadi, harga material di toko A jauh lebih murah daripada di toko B.

Anda tak perlu ragu untuk melakukan riset harga antara satu toko dengan toko lainnya.

Selain itu, usahakan untuk memilih material lokal yang berkualitas tinggi. Saat ini, produk material dalam negeri sudah mampu bersaing dengan material impor.

Baca juga : Tips Memilih Jasa Arsitek Untuk Rumah Impian

3. Gunakan Jasa Borongan

Kontraktor bangunan

Tenaga kerja memiliki peranan penting dalam hal pembangunan rumah.

Anda bisa menghemat pengeluaran dengan menggunakan jasa borongan, bikan harian. Jasa borongan umumnya hanya mematok tarif mulai dari Rp3.000.000 sampai Rp5.000.000.

Sayangnya, sebagian besar dari Anda mungkin takut menggunakan jasa borongan karena mendengar hasil pekerjaannya yang kurang memuaskan.

Agar tidak kecewa, Anda perlu memilih jasa borongan yang profesional, memiliki reputasi baik, dan memang sudah berpengalaman.

Selain itu, Anda bisa melihat testimoni dari jasa borongan tersebut terlebih dahulu.

Saat ini, Anda juga bisa hitung biaya bangun rumah online lewat berbagai platform maupun aplikasi.

Perkembangan teknologi dan kemajuan industri properti akan membuat rumah impian Anda terwujud walaupun dengan budget terbatas.

Demikian pembahasan mengenai cara menghitung biaya bangun rumah dari Japdesain.

Terima kasih

Yudha Jordan Lulusan Teknik Sipil Universitas Brawijaya yang suka menulis tentang dunia arsitek, desain, bangun rumah dsb. Saat ini memiliki perusahaan konstruksi PT. Jordan Artha Perkasa dan Jasa Desain Arsitek Japdesain yang berlokasi di Jogja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *