Tugas desain interior dalam proyek bangunan meliputi apa saja?
Di dalam proses konstruksi bangunan, ada banyak ahli yang terlibat termasuk seorang desain interior.
Salah satunya adalah perancang interior design atau bagian dalam bangunan.
Pastinya Anda pernah mendengar mengenai peran tersebut akan tetapi mungkin kurang familiar dengan tugas desain interior.
Jika belum Anda bisa membaca artikel kami sebelumnya tentang seluk beluk profesi desain interior sebelum melanjutkan artikel ini.
Apa Saja Tugas Seorang Desain Interior?
Menjadi seorang pendesain interior merupakan tugas yang berat. Deskripsi pekerjaan yang dilakukan ternyata cukup luas cakupannya.
Berikut beberapa tugas yang diemban oleh seorang perancang interior bangunan:
1. Mengidentifikasi Keinginan Klien
Seorang perancang interior harus bisa menerjemahkan keinginan klien dengan baik. Tidak semua klien memahami istilah-istilah teknis di dalam desain interior.
Bahkan, kebanyakan klien tidak memiliki latar belakang pengetahuan apapun di bidang ini.
Dalam kasus semacam ini, Anda sebagai seorang desainer harus membantu klien untuk mengutarakan keinginannya dengan lebih jelas.
Cara paling mudah adalah melakukan riset bersama dengan membuka situs berteman desain interior atau bahkan mengunjungi showroom.
2. Membuat Konsep dan Rencana Desain
Setelah mengidentifikasi hal-hal yang diinginkan dan tidak diinginkan oleh klien, tugas berikutnya adalah membuat konsep dan rencana desain.
Desain ini harus dituangkan ke dalam bentuk teknis oleh seorang perancang interior. Rencana desain haruslah jelas karena akan diikuti oleh tukang.
Saat ini, perancang interior dapat menggunakan software khusus untuk membuat rencana desain dengan lebih rapi dan cepat.
Di dalam perancangan desain, sangat penting untuk rajin berkonsultasi dengan klien agar maksud klien tersampaikan dengan baik.
Baca juga : Apa Bedanya Arsitek dan Desain Interior?
3. Menyusun Budgeting dari Awal Hingga Akhir
Tugas desain interior yang berikutnya adalah menyusun budgeting dari awal hingga akhir proyek.
Seorang perancang interior harus bisa memperkirakan biaya yang perlu klien keluarkan untuk menyelesaikan proyeknya seakurat mungkin. Budget terdiri atas:
- Biaya material yang diperlukan
- Gaji tukang
- Biaya darurat jika ada keperluan mendadak
- Biaya jasa perancang
Hal ini mengindikasikan bahwa seorang perancang interior wajib mengenal harga pasaran. Dengan begitu, ia dapat memperkirakan budget dengan akurat.
Anda juga harus aktif melakukan riset pasar untuk mengetahui harga yang paling up to date.
4. Membuat Timeline Penyelesaian Proyek
Sebagai perancang interior, Anda juga harus membuat timeline atau alur waktu penyelesaian proyek.
Setiap proyek membutuhkan waktu penyelesaian yang berbeda, karena setiap proyek memiliki spesifikasinya masing-masing.
Ada proyek yang singkat dan proyek yang berjalan cukup lama.
Terdapat beberapa hal yang bisa mempengaruhi timeline sebuah proyek:
- Luas area proyek yang dikerjakan.
- Jumlah pekerja yang dikerahkan untuk menyelesaikan proyek.
- Ketersediaan material atau bahan baku yang dibutuhkan.
- Tingkat kesulitan atau detail dari proyek interior yang dikerjakan.
- Ada tidaknya perubahan yang dilakukan di tengah pengerjaan.
Melihat penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa perancangan timeline proyek merupakan sebuah hal yang dinamis.
Hal terpenting bagi Anda adalah menentukan timeline dan target yang masuk akal. Proyek harus diselesaikan dalam waktu sesingkat mungkin dengan hasil sebaik-baiknya.
5. Melakukan Pengadaan Material yang Diperlukan
Tantangan berikutnya untuk Anda sebagai seorang perancang interior adalah melakukan pengadaan material.
Sering sekali klien menginginkan sebuah bahan tertentu di dalam interior rumah atau kantornya. Terkadang hal tersebut sulit dilakukan, terutama jika bahannya langka di pasaran.
Seorang perancang interior harus memiliki koneksi yang baik, terutama di kalangan penyedia material bangunan.
Jika Anda memiliki kenalan penyedia material, tidak perlu menunggu lama untuk mendapatkan bahan tersebut. Selain itu, biayanya juga dapat ditekan lebih rendah.
6. Mencari SDM yang Tepat
Tanggung jawab untuk mencari sumber daya manusia tidak selalu ada di tangan perancang interior.
Terkadang jika proyek bangunan dilakukan dari nol, maka Anda sudah memiliki tukang-tukang handal yang juga bertugas mengerjakan eksterior bangunan.
Namun, sering juga Anda harus mengemban tugas ini.
Karena tugas desain interior berupa membuat denah interior sudah dilakukan, maka Anda tahu kebutuhan tenaganya, baik secara kualitas maupun kuantitas.
Anda perlu mencari tenaga yang tepat untuk menyelesaikan proyek. Semakin sulit desain yang dikerjakan, semakin handal tenaganya.
Baca juga : Mau Jadi Arsitek? Berikut Persiapan Kuliah Arsitektur
7. Menginspeksi Proyek dari Awal Hingga Akhir
Anda juga memiliki tugas untuk mengawal pengerjaan proyek dari awal hingga akhir.
Jika klien menyerahkan kewenangan sepenuhnya kepada perancang interior, maka tanggung jawab untuk menjadi perantara antara klien dengan tukang menjadi milik Anda.
Di dalam tugas inspeksi ini, ada beberapa hal yang harus dilaksanakan:
- Memastikan bahwa proyek berjalan sesuai dengan timeline yang telah ditentukan.
- Mencocokkan hasil kerja tukang dengan konsep atau denah yang direncanakan.
- Memastikan bahwa kualitas pekerjaan tukang sesuai dengan standar.
- Melaporkan progres pekerjaan secara berkala kepada pemilik proyek.
- Mengawal pengadaan bahan baku atau material bangunan yang dibutuhkan.
- Mengatasi atau setidaknya melaporkan kendala yang dijumpai di dalam proyek.
Dapat Anda lihat bahwa tugas interior desain tidaklah mudah.
Diperlukan keterampilan pendukung seperti kemampuan mengelola orang dan waktu serta keterampilan teknologi tertentu.
Hal ini tentunya di luar tugas utamanya dalam membuat denah interior sesuai masukan klien.
Demikian pembahasan dari Japdesain tentang tugas desain interior dalam proyek pembangunan rumah.
Terima kasih




