Yudha Jordan Lulusan Teknik Sipil Universitas Brawijaya yang suka menulis tentang dunia arsitek, desain, bangun rumah dsb. Saat ini memiliki perusahaan konstruksi PT. Jordan Artha Perkasa dan Jasa Desain Arsitek Japdesain yang berlokasi di Jogja.

Tambah Kece, 10 Desain Pagar Rumah ala Korea

4 min read

Pagar rumah ala korea

Popularitas para selebriti Negeri Ginseng memang telah membawa dampak yang besar bagi negara tersebut, salah satunya dari segi kebudayaan termasuk rumah-rumah di sana.

Pagar rumah ala Korea yang khas kerap ditonjolkan pada rumah-rumah tersebut.

Hanok adalah sebutan bagi rumah-rumah tradisional Korea yang sudah ada sejak zaman kerajaan dahulu, mungkin salah satunya adalah yang Anda lihat di drama Korea.

Jika Anda terinspirasi ingin membangun rumah ala Korea, silahkan gunakan saja jasa arsitek rumah.

Alasannya selain dari pengalaman yang dimiliki, referensinya pun lebih banyak.

Berikut beberapa desain pagar yang bisa dibuat:

Pagar Rumah ala Korea

1. Pagar Rumah Garis-Garis Horizontal

Pagar Rumah Garis-Garis Horizontal

Pinterest.com

Pagar rumah yang ada di Korea memang kerap menggunakan desain sederhana yang jarang menggunakan aksen ukiran.

Salah satu desain sederhana yang bisa membuat rumah Anda terlihat seperti rumah khas Korea adalah pagar rumah garis horizontal.

Pagar tersebut bisa dibuat dari besi maupun dari semen yang ditata sedemikian rupa.

Untuk warna yang digunakan sangat disarankan untuk memilih warna hitam, coklat tua, maupun merah kehitaman.

Warna ini akan sangat cocok berpadu dengan warna bangunan rumah yang dominan putih.

Selain bentuk pagarnya, rumah di Korea juga kerap menggunakan kaca yang lebar di bagian dinding, pintu, jendela, serta pembatas serambi. 

2. Pagar Beratap Khas Rumah Hanok

Pagar Beratap Khas Rumah Hanok

Pinterest.com

Salah satu bentuk pagar khas dari rumah Hanok adalah pagar tembok yang beratap.

Namun, atap tersebut dibuat dari semen dan bentuknya kecil mengikuti panjang pagar yang dibuat di sekeliling rumah. 

Beberapa ciri khas lain yang dimiliki pagar rumah Hanok beratap ini adalah penggunaan batu-batu kali di bagian bawahnya serta adanya lekukan-lekukan di bagian tengah pagar sebagai motifnya.

Pagar beratap ini terlihat sangat tradisional dan cocok untuk konsep rumah yang menggunakan genting.

Bagi Anda yang membangun rumah satu lantai berbentuk memanjang, pagar ini bisa digunakan untuk menampilkan keindahan rumah khas Korea.

Baca juga : Keren, Ini 10 Desain Pagar Rumah ala Jepang yang Khas

3. Pagar Bata Roster

Pagar Bata Roster

aeccafe.com

Bata roster merupakan salah satu jenis bata yang memiliki lubang di bagian tengah sebagai tempat masuknya udara di area rumah.

Bata jenis ini sering digunakan untuk bagian atas jendela agar sirkulasi udara lebih lancar.

Selain di bagian atas jendela, bata roster juga banyak digunakan untuk bahan pagar rumah agar rumah terlihat unik.

Menggunakan bata roster untuk pagar rumah juga bisa menambah nuansa rumah Korea di rumah Anda, terutama konsep rumah minimalis dengan bahan kaca yang dominan.

Rumah akan menjadi lebih sejuk karena angin bisa masuk dan sirkulasi udara di rumah menjadi lebih lancar.

Agar tidak terlalu berlebihan, buat pagar tidak terlalu tinggi, yakni setinggi pagar gaya American klasik.

Bagian pintu gerbangnya cukup kecil dan tidak terlalu lebar, sehingga kurang cocok jika Anda memiliki mobil pribadi yang membutuhkan garasi.

Jika Anda memiliki mobil pribadi, buat bagian garasi sendiri di sebelah pagar rumah yang diberi pintu agar lebih aman.

4. Pagar Kayu Horizontal

Pagar Kayu Horizontal

idesignarch.com

Rumah di pedesaan yang jauh dari jalan raya memang lebih aman tanpa perlu khawatir jika anak-anak bermain di area yang berbahaya.

Untuk itu, menggunakan pagar rumah dari kayu yang tidak terlalu rapat juga tidak masalah.

Pagar-pagar seperti ini juga bisa digunakan dalam konsep rumah khas ala Korea yang modern.

Bentuk yang bisa dipakai salah satunya adalah bentuk memanjang horizontal dengan jarak kayu yang sedikit renggang.

Beri sekat di bagian dalam agar kayu lebih kokoh dan kuat dari terjangan angin.

Tanami juga rerumputan dan pepohonan agar rumah terlihat lebih sejuk, karena memang jarak pagar yang renggang memungkinkan cahaya matahari masuk lebih banyak.

5. Pagar Batu Beratap

Pagar Batu Beratap

Pinterest.com

Pagar rumah ala Korea lain yang bisa dicoba adalah variasi dari pagar beratap, yakni menggunakan bahan dasar batu kali yang lebih dominan.

Batu-batu tersebut disusun menyerupai benteng dengan lapisan semen sehingga lebih kuat dan tahan lama dari cuaca.

Di zaman kerajaan dahulu, rumah-rumah bangsawan memang kerap menggunakan model benteng ini.

Selain itu, rumah-rumah kalangan atas di zaman itu juga menggunakan atap dari genteng untuk membedakan kasta mereka.

Sedangkan untuk rumah-rumah kalangan bawah akan menggunakan atap jerami karena harganya murah dan mudah didapatkan.

Rumah tersebut juga biasanya tidak memiliki benteng atau pagar seperti rumah kalangan atas.

Di bagian halaman rumah Anda bisa menumbuhkan pepohonan yang bisa membuat suasana rumah lebih sejuk dengan semilir angin.

6. Pagar Batu Kali dan Tanah

Pagar Batu Kali dan Tanah

asiasociety.org

Penggunaan tanah liat untuk menyatukan batu-batu kali membentuk pagar rumah memang terbukti dapat membuat tampilannya lebih alami.

Selain itu, warna merah yang ditimbulkannya juga memperindah tampilan pagar.

Tak lupa, untuk membuat ciri khas Korea menonjol di rumah Anda, tambahkan ornamen atap di bagian atas pagar batu kali yang dicor dengan adonan tanah liat.

Di bagian tengah bisa dipasangi pintu gerbang dari kayu dengan bagian atap di atasnya.

Pintu gerbang tersebut menggunakan kayu lempengan agar bentuknya lebih rapat dan dapat menutupi area dalam rumah.

7. Pagar Batu Bata Merah

Pagar Bata Merah

Pinterest.com

Jika Anda pernah berkunjung ke Korea tepatnya di desa-desa yang banyak terdapat Hanok, di situ banyak sekali rumah yang sudah menggunakan bata merah sebagai bahan bangunan rumah.

Jika rumah terletak di tanjakan, Anda bisa menggunakan konsep berundak seperti tangga.

Gunakan batu bata merah tanpa ditutup dengan acian agar kealamiannya tetap bertahan.

Selain batu bata merah, batu bata kapur juga bisa digunakan.

Nantinya batu-batu tersebut bisa ditata secara berundak atau terasering, yaitu semakin ke atas semakin tinggi, menyesuaikan tanjakan.

Agar semakin cantik dan nuansa tradisional tetap ada, tambahkan bagian atap di atas pagar rumah tersebut dan tak lupa pintu gerbang kayu beratap di bagian tempat masuk rumah.

Konsep ini sangat cocok untuk area yang tidak rata di lingkungan rumah Anda.

Baca juga : 10 Inspirasi Desain Pagar Rumah Minimalis yang Bisa Dicoba

8. Pagar Batako

Pagar Batako

Pinterest.com

Opsi lain dalam membuat pagar rumah khas Korea adalah menggunakan batako sebagai kombinasi batu bata merah.

Batako ukurannya lebih tebal dan harganya lebih murah, sehingga dapat menekan biaya pembangunan rumah.

Bentuk pagar seperti gambar di atas sangat cocok untuk rumah-rumah di area tanjakan curam.

Penggunaan pondasi batu kali besar akan lebih hemat biaya, namun jika terlalu tinggi akan mengurangi estetika pagar rumah.

Oleh karena itu, tambahkan batako di atas pondasi atau Anda juga bisa menambahkan batu bata merah agar lebih variatif.

Bagian paling atas pagar selalu ditambah dengan atap berwarna hitam atau coklat dengan bagian tepi berwarna putih.

9. Pagar Batu Pahat

Pagar Batu Pahat

Pinterest.com

Di pasaran sudah banyak tersedia batu pahat berbentuk kotak yang lebih kuat dijadikan batu bata untuk konstruksi rumah, termasuk pagar rumah.

Batu ini bisa Anda jadikan bahan dasar dalam membuat pagar rumah khas Korea.

Selain lebih kuat dan tahan lama, batu ini memiliki tampilan yang lebih cantik dibandingkan jika Anda menggunakan batu kali biasa.

Susun batu pahat seperti susunan batu bata pada umumnya dengan tambahan semen.

Tambahkan pintu gerbang dari kayu di bagian tengah sebagai bagian khas yang tidak bisa lepas dari pagar tradisional rumah-rumah di Korea.

Sebagai variasi, tambahkan batu alam persegi panjang kecil di bagian atasnya sebelum Anda membuat bagian atap pagar.

10. Pagar Tumpukan Batu

Pagar Tumpukan Batu

Pinterest.com

Terbatasnya bahan bangunan di zaman dulu rupanya tidak menghalangi para pendesain bangunan untuk membuat bangunan yang memiliki nilai estetika tinggi.

Terbatasnya semen membuat orang-orang zaman dahulu hanya menumpuk batu-batu untuk membuat pagar dan benteng.

Hal ini bisa menjadi inspirasi bagi Anda untuk membangunkan kembali nuansa rumah-rumah zaman dahulu, termasuk rumah khas Korea.

Pagar rumah khas negeri itu bisa menjadi salah satu pilihan saat Anda hendak membangun rumah dengan nuansa asri.

Bagian batu-batu persegi panjang yang cukup lebar ditumpuk satu dengan yang lainnya hingga menutupi sebagian area di halaman rumah.

Agar lebih kuat, sebaiknya tambahkan juga dengan sedikit semen untuk menyatukannya.

Para pecinta drama Korea bisa mencoba konsep pagar rumah ala Korea yang sangat unik dan khas seperti beberapa contoh di atas.

Sesuaikan dengan kondisi dan lokasi rumah Anda agar pemilihan bentuknya lebih pas.

Demikian pembahasan artikel dari Japdesain, jika ada saran bahasan lain bisa Anda tuliskan pada kolom komentar dibawah.

Terima kasih

Yudha Jordan Lulusan Teknik Sipil Universitas Brawijaya yang suka menulis tentang dunia arsitek, desain, bangun rumah dsb. Saat ini memiliki perusahaan konstruksi PT. Jordan Artha Perkasa dan Jasa Desain Arsitek Japdesain yang berlokasi di Jogja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *